popcash

Wednesday, July 15, 2020

Inilah Cara Mudah Mengetahui Perbedaan Suami Pelit dan Irit



Memiliki suami yang pelit tentu bukan keinginan para istri, apalagi sangat perhitungan kepada istrinya tentu akan membuat istri merasa tertekan.

Maka dari itu sebagai istri harus bisa membadakan mana suami yang pelit dan iri. Karena bisa jadi ia menjadi irit bukan pelit disebabkan oleh pengeluaran, sedang menabung untuk keperluan keluarga yang lebih besar.

Juga dia tulang punggung yang mengendalikan semua kebutuhan demi mencukupi keluarganya. Maka dari itu dibutuhka pengertian pasangan agar tidak salah menilai.

1. Suami Irit
Sesekali ia akan mengajakmu makan malan ditempat yang mewah atau memberimu hadiah yang kamu idam-idamkan selama ini.

2. Suami Pelit
Dia beriskap seperti parasit dan tidak mau rugi, bahkan ketika ulang tahun pun suamimu enggan memberimu hadiah. Jika pun memberikan kado, ketika ia berulang tahun akan meminta kado yang harganya setara atau lebih.

Orang hemat itu hanya memanfaatkan uangnya sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan orang yang pelit akan cuek dengan orang sekitar meski sedang membutuhkan bantuannya.

Subhanallah, Biaya Menikah Cuma Habis 2 Juta, Alasan Pasangan Ini Sungguh Luar Biasa dan mengharukan



Kalau cuma mengadakan pesta pernikahan yang mewah, pasangan ini mengaku mampu. Namun ternyata bukan itu yang mereka cari.

Ketulusan cinta seorang memang tidak bisa diukur dengan materi. Pelaminan yang megah dan gaun yang cantik, serta pesta pernikahan yang mewah tidak bisa menjadi alat ukur ketulusan dan kesetiaan cinta seseorang.

Sebab memang banyak pasangan pengantin tulus saling mencintai, meski pun pesta pernikahan mereka sederhana dan minim biaya. Selain faktor ketidaktersediaan, beberapa pasangan memang memilih mengadakan pesta menghalalkan satu sama lain itu dengan sederhana.

Kejadian seperti ini dilakukan oleh sepasang kekasih Muhammad Fadhil Isa dan Siti Norazlin Salim. Kedua mempelai yang saling mencintai ini melangsungkan pernikahannya dengan sangat sederhana.

Tanpa pelaminan mewah dan pesta yang meriah, kedua pasangan ini hanya melangsungkan akad nikahnya di masjid. Bahkan keluarga dan kerabat dekat yang hadir menyantap makan siang di sebuah warung makan sederhana.

Kedua mempelai ini menuturkan bahwa keduanya hanya menghabiskan sekitar Rp 2 juta untuk hari istimewanya tersebut. Uang Rp 300 ribu digunakan untuk mahar pernikahan, Rp 700 ribu untuk penghulu dan Rp 1 juta untuk makan bersama seluruh peserta yang hadir di rumah makan.

Fadhil mengaku memilih pesta pernikahan yang sederhana pada Oktober tahun lalu, bukan karena ia tak memiliki cukup uang, melainkan karena keduanya percaya bahwa keberkahan pengantin tidak terletak pada seberapa meriah pesta pernikahannya, sehingga keduanya memutuskan memanfaatkan uang simpanan sebagai bekal rumah tangga.

Pasangan pengantin asal Negeri Jiran ini bahkan menuturkan bahwa ia bisa saja mengadakan pesta yang meriah, namun ia merasa itu bukan inti dari pernikahannya.

Setelah setahun lamanya, Fadhil kembali menceritakan kisah pernikahannya tersebut pada Jumat (1/4) lalu. Ia hanya ingin berbagi kesederhanaan momen pernikahannya, melihat maraknya pemberitaan adanya pasangan pengantin yang gagal menikah hanya karena uang mahar yang kurang.

“Betul saya kawin dengan murah? Iya memang. Pernikahan kami berlangsung dengan biaya tak lebih dari 2 juta. Bahkan beberapa rekan saya yang menjadi fotografer dan panitia pembantu pengantin kami belikan nasi box KFC,” ujar Fadhil sembari mengunggah foto pernikahannya setahun silam.

Sumber: cerminan.com

Punya 2 Anak dan Dinafkahi Rp50 Ribu per Hari, Aku Dicerai Karena Boros Berikut Kisahnya



Cerita ini awalnya aku tutupi karena malu, Bun.

Tapi aku baru tahu kalau cerita ini disebar oleh mantan suamiku sendiri dan kemudian di-share oleh teman yang dicurhati di Facebook.

Awalnya aku kira aku yang salah, tapi saat cerita itu dia sebar, orang-orang malah membelaku.

Jadi ceritanya begini, Bun, suami punya keyakinan bahwa istri di rumah saja dengan dia sebagai tulang punggung keluarga.

Itu artinya uang belanja pun harus dia yang atur dan aku tinggal nerima uang saja.

Masalah mulai hadir saat kami punya dua anak dan dia hanya memberiku uang per hari Rp50 ribu.

Dia ngga mau tahu, pokoknya uang segitu harus cukup. untuk belanja harian, uang jajan anak, dan kebutuhan rumah.

Saat itu aku menghormati dia dan ngga tega bilang bahwa uang segitu ngga cukup.

Jadi diam-diam aku mulai mencari pemasukan tambahan dengan jualan rempeyek.

Tapi itu pun tetap ngga mencukupi karena jualanku memang ngga selaris itu. Alhasil, aku harus jumpalitan nutupin uang itu untuk kebutuhan rumah tangga.

Yah seperti Bunda bisa tebak ya, uang segitu ngga cukup untuk hidup di Jakarta.

Akhirnya aku pun diam-diam pinjam duit ke orang sekitar. Ternyata suami marah banget, Bun.

Dia bilang aku boros. Ya Allah…boros dari mana jika uang yang dikasih aja ngga cukup untuk belanja sayur dan kebutuhan rumah?

Dia ngga terima penjelasanku dan mulai mengeluarkan kata cerai. Sedih, sakit hati, ngga terima Bun.

Bener-bener dia ngga mikir ya, Bun? Atau memang dia nutupin kekurangannya dengan menuding aku yang ngga bisa atur keuangan?

Apa dia juga ngga memikirkan soal anak-anak kami?

Malu aku, Bun. Jadi janda hanya karena uang belanja. Tapi ternyata dia ngga keberatan share cerita ini ke orang lain.

Mudah-mudahan terbuka mata hatinya bahwa memang ada kekurangan dirinya dalam hal penghasilan..amin!

Sumber: haibunda.com

Masya Allah Inilah Video Detik-detik Imam Sholat Subuh Meninggal saat Baca Surah al-Mu’minun



Maut bisa menjemput kapan saja, termasuk ketika sedang menunaikan ibadah salat, seperti yang terhadi terhadap seorang sutaz di Bogor, Jawa Barat.

Imam masjid meninggal dunia saat sedang menjadi imam shalat Subuh.

Detik-detik meninggalnya sang imam terekam kamera CCTV. meninggal dunia saat sedang mengimami jemaah salat subuh.

Dalam video tersebut, sang imam terlihat tumbang ke depan saat membaca salah satu ayat dalam surah Almu’minuun.

Video yang viral di sosial media tersebut diunggah akun milik ustaz Yusuf Mansyur dan dikutip oleh Terkini.id—jaringan Suara.com, Rabu (1/7/2020).

Yusuf Mansur mengabarkan, imam salat subuh di masjid tersebut, yang diketahui bernama ustaz bernama Syaepuddin Zuhri meninggal dunia saat menjadi imam salat subuh.

Ustaz Zuhri menjadi imam salat di Masjid Sakinah Warrahmah, Jalan Mahkota Pesona, Gunung Putri, Bojong Kulur, Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Yusuf Mansur mengungkapkan, Ustaz Zuhri tumbang saat tengah membaca surat al-Mu’minun ayat 4.

“Ustaz Syaepuddin Zuhri, ngimamin shalat shubuh, wafat. Allaahu Akbar…!! Lagi baca Qs. Al Mu’minuun ayat 4. Ini Masjid Sakinah Warrahmah,” tulis ustaz Yusuf Mansur

Yusuf Mansur mengaku pernah salat di masjid itu bersama almarhum Ustaz Arifin Ilham.

“Saya pernah ke sana. Bareng alm KH Arifin Ilham. Ngiri bener. Yaa Rabb… Sebelum wafat, beliau kata Ust Haji Barkah, dan saksi mata, sempet istighfar 3x… Yaa Allah, wafatkan kami dlm keadaan mulia dan husnul khatimah,” tulisnya.

Pada unggahan berikutnya, Yusuf Mansur juga membagikan foto Ustaz Zuhri yang lebih jelas.

Sumber: suara.com